Langsung ke konten utama

HOME


Kancing Baju Pictures adalah rumah produksi film independent yang bekerja secara kooperatif bersama komunitas dan jejaringnya dalam memproduksi media audio-visual. Sebuah rumah kreatif yang digunakan sebagai studio kerja, kelas belajar, dan ruang bermain.

Kancing Baju Pictures berdiri di Yogyakarta tahun 2014 yang bertumpu pada pengembangan film dan video kreatif dengan konsetrasi membagi spirit kemanusiaan secara kritis dan kontekstual demi terwujudnya masyarakat yang toleran, kreatif dan mandiri.

CONTACT INFORMATION
Kancing Baju Pictures
Dusun Pelemsewu RT 02/RW 39
Pangungharjo, Sewon, Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Mobile +62877 377 607 27
Email kancingbajupic@gmail.com
Instagram @kancingbajupic

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKSES ALA PARJO (2015) | short film fiction

Parjo (25 th) berkeinginan menjadi pria yang sukses. Karena setiap hari ia melihat orang-orang di sekitarnya juga ingin menjadi sukses. Namun, pada suatu hari yang tak terduga ia menemukan perbedaan antara pria sukses dan laki-laki sukses.

Khatulistiwa di Bawah Langit Poncowinatan (2018) | short film documentary

Sinopsis Sejak abad ke-19, Jalan Poncowinatan dikenal sebagai salah satu kawasan Pecinan Yogyakarta yang menjadi pembatas sekaligus perhubung Klenteng 'Tjen Ling Kiong' dengan Pasar Kranggan. Secara sosial, keberadaannya menjadi medium interaksi ekonomi, budaya, dan spiritual masyarakat Yogyakarta yang multikultural. Secara fungsional, kawasan itu menjadi tempat ibadah (Khonghucu, Tao, Budha), pusat Kebudayaan Tionghoa, dan Sumber penghidupan. Melalui kehidupan sehari-hari Js. Margo (45), seorang rohaniwan penyebar agama Khonghucu membawa kita melihat lebih dekat bagaimana proses negosiasi yang dilakukan masyarakat di bawah langit Poncowinatan, ketika menyikapi perbedaan budaya, agama dan kepentingan yang saling bersingungan.

AMIN (2015) | short film fiction

Inspired by Usdoy (18 th), Karebet (20 th) used kites to hang his desire in the sky. Miraculosly, his desire to eat durian fruit was granted. Factually Usdoy and friends were also full of desires. They wrote their desires on a kites and said ... "amen". ---------------------- Terinspirasi oleh Usdoy (18 th), Karebet (20 th) menggunakan layang-layang untuk menggantungkan keinginan di langit. Ajaibnya, keinginanya makan buah durian dapat terkabul. Ternyata Usdoy dan kawan-kawannya juga memiliki banyak keinginan. Akhirnya mereka menulis keinginan masing-masing di atas layangan, dan mengucap ... "amin"